Pijat Saraf Kejepit, Boleh atau Tidak? - Lamina Rehab - Pusat Terapi Fisik dan Fungsional
preloader
Edit

Tentang Kita

Lamina Rehab merupakan layanan kesehatan terpadu, didukung tim dokter spesialis orthopaedi, spesialis anastesi, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, spesialis bedah saraf, dan tenaga fisioterapi professional dalam satu atap (one stop services)

Info Kontak

Pijat Saraf Kejepit, Boleh atau Tidak?

  • Home
  • -
  • blog
  • -
  • Pijat Saraf Kejepit, Boleh atau Tidak?
 Pijat Saraf Kejepit, Boleh atau Tidak?

Pijat saraf kejepit mungkin sering menjadi jalan keluar agar pulih dari siksaan saraf kejepit yang Anda alami atau karena ingin menghindari tindakan bedah yang dulunya menjadi solusi saraf kejepit. 

saraf terjepit merupakan penyebab tersering terjadinya nyeri pinggang yang bisa membahayakan bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Namun tidak semua nyeri pinggang yang Anda alami penyebabnya adalah saraf kejepit. Nyeri pinggang juga bisa terjadi karena adanya batu ginjal, cedera tulang belakang, tumor pada tulang belakang, tulang keropos, atau peradangan sendi facet.  

Jadi jangan pernah sepelekan nyeri pinggang.

Tidak semua sakit pinggang bisa reda setelah Anda memijatnya. Terlebih jika penyebabnya pengeroposan tulang, saraf terjepit, atau adanya kerusakan struktur tulang belakang.

Jadi pijat saraf kejepit tidak boleh Anda lakukan dengan sembarangan.

Saraf Kejepit

nyeri akibat saraf kejepit dapat timbul pada tulang belakang dari leher hingga pinggang bawah.

Bila saraf kejepitnya terjadi pada ruas lumbar atau pinggang, maka dapat menimbulkan nyeri pinggang. 

Namun kadang sulit membedakan nyeri pinggang yang Anda alami itu penyebabnya saraf kejepit atau hanya nyeri pinggang biasa.

Nyeri pinggang akibat saraf terjepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) dalam istilah medisnya biasanya menjalar ke bagian tubuh lain.

Nyeri ini timbul akibat adanya jepitan atau tekanan bagian saraf tulang belakang, terutama pinggang atau leher.

Penyebabnya bermacam-macam, bisa karena usia (proses degeneratif) yang menyebabkan bantalan sendi kehilangan elastisitasnya, terjatuh baik akibat olahraga atau kecelakaan bermotor, mengangkat beban berat dengan postur tubuh yang salah dalam waktu lama, adanya tumor atau infeksi pada tulang belakang.

Berbeda dengan nyeri pinggang biasa, nyeri akibat saraf terjepit juga ada gejala penyerta atau tambahan seperti kesemutan, baal, lemahnya otot hingga lumpuh.

HNP dan Penanganan Terkini

Risiko seseorang menderita HNP lebih tinggi jika terlalu banyak duduk dengan postur tubuh yang salah, kegemukan atau obesitas, dan kurang berolahraga.

Dampak adanya saraf terjepit ialah dapat mengurangi mobilitas harian Anda. Bila sebelumnya Anda dapat berjalan, berlari atau aktif kesana kemari, saraf kejepit dapat menyebabkan Anda kesulitan melakukannya atau bahkan untuk berjalan pun sudah terasa nyeri.

Apalagi jepitan ini anda biarkan, bisa-bisa duduk pun terasa nyeri dan lambat laun mengakibatkan kelumpuhan.

Kini pengobatan HNP sudah maju dan sudah ada teknologi terbaru tanpa operasi yaitu endoskopi tulang belakang.

Penanganan saraf kejepit atau HNP kini tidak selalu dengan operasi tetapi pada kondisi tertentu penanganannya bisa secara konvensional seperti konsumsi obat antinyeri dan fisioterapi.

Postur tubuh yang buruk – duduk membungkuk – dalam waktu lama bisa menjadi penyebab utama saraf leher kejepit.

Nah hindari posisi ini dan hindari kegiatan berulang yang berpotensi cedera terhadap otot dengan melakukan program terapi fisik rehabilitasi medik yang telah terprogram oleh dokter.

Jangan lupa jadwalkan istirahat, misalnya dengan berdiri dan berjalan setiap 1 jam sekali saat Anda melakukan aktivitas berulang atau melakukan pekerjaan dengan duduk.

Dokter akan menentukan atau menyusun pengobatan saraf kejepit atau HNP berdasarkan ringan beratnya gejala saat pemeriksaan fisik serta hasil pemeriksaan radiologi seperti MRI sebagai pemeriksaan penunjang.

Nyeri Pinggang Biasa

Kebanyakan nyeri pinggang terjadi hanya karena kerja otot yang berlebihan sehingga menegang dan kemungkinan adanya cedera otot ringan.

Nyeri pinggang bisa membaik dan sembuh dengan sendirinya jika banyak istirahat atau pijat yang benar oleh terapis yang berpengalaman.

Banyak yang melakukan terapi pijat untuk atasi nyeri pinggang ini, namun tidak sedikit justru hasilnya mengecewakan. Mungkin pijat ini bukan oleh terapis  atau bukan orang yang mengetahui anatomi pinggang dengan baik

Sakit pinggang yang penyebabnya bukan masalah otot dapat berpotensi menimbulkan komplikasi pada otot dan sendi. Tanpa jelas mengenali penyebab sakit pinggang itu sendiri, pijat kemungkinan bisa memicu cedera otot lebih lanjut.

Untuk nyeri pinggang biasa penyebabnya bisa otot (dalam kondisi menegang atau kaku sehingga tidak bisa berelaksasi yang akhirnya terasa nyeri), ligamen, dan bisa juga akibat adanya jepitan saraf tulang belakang akibat bantalan tulang belakang menonjol.

Biasanya pijat dapat menjadi solusi pada nyeri pinggang yang penyebabnya adalah ketegangan otot.

Manfaat pijat pada nyeri pinggang akibat otot antara lain:

  • – membantu meregangkan atau mengendurkan otot-otot yang kaku,
  • -membantu menghilangkan nyeri, dan
  • -memperbaiki sirkulasi darah pada area yang terasa nyeri,
  • -memperbaiki fleksibilitas otot.

Nyeri pinggang akibat otot yang kerja berlebihan bisa membaik dan sembuh dengan sendirinya jika banyak istirahat atau melakukan pijat yang benar.

Pijat Saraf Kejepit

Dalam fase akut, dokter akan merekomendasikan kompres dingin (es) pada area yang terasa nyeri, dan obat antiinflamasi nonsteroid untuk membantu mengatasi peradangan dan nyeri.

Pijat saraf kejepit sebaiknya menunggu hingga nyeri dan peradangan sudah mereda. Pijat sebaiknya tidak pada fase akut.

Ada baiknya konsultasikan dengan dokter Anda mengenai pijat saraf kejepit ini terlebih dahulu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe to our
Newsletter

***We Promise, no spam!

Lamina Rehab merupakan layanan kesehatan terpadu, didukung tim dokter spesialis orthopaedi, spesialis anestesi, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, spesialis bedah saraf, dan tenaga fisioterapi profesional dalam satu atap (one stop services)

We’re Available

Senin : 10.00 - 22.00
Selasa : 10.00 - 22.00
Rabu : 10.00 - 22.00
Kamis : 10.00 - 22.00
Jumat : 10.00 - 22.00
Sabtu : 10.00 - 22.00
Minggu : Closed

©2020, Lamina Rehab. All Rights Reserved.

    Daftar Online