Latihan fisik setelah injeksi PRP untuk nyeri lutut tetap bisa dilakukan asalkan gerakannya tepat dan sesuai arahan dari fisioterapis. Nyeri sendi lutut merupakan kondisi yang umum menyerang siapapun, terutama pada usia di atas 50 tahun atau lansia. Kondisi ini dapat disebabkan oleh cedera akibat berolahraga, patah tulang, artritis, ataupun infeksi lutut.
Gejala yang biasa dirasakan yaitu seperti kebas atau mati rasa pada area lutut, kaku, bengkak dan sulit menekuk atau meluruskan lutut. Hal ini bisa mengakibatkan penderitanya sulit untuk berdiri dan beraktivitas sebab lutut tak kuat menopang tubuh.
Selain dengan terapi obat ataupun terapi RICE, nyeri yang bertambah parah tentunya bisa menghambat berbagai aktivitas yang Anda lakukan. Segeralah berkonsultasi dengan dokter ahli untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Injeksi PRP untuk Mengatasi Nyeri Lutut
Ada beragam terapi pengobatan untuk mengatasi nyeri lutut. Salah satunya yakni dengan injeksi atau suntik PRP. PRP atau platelet rich plasma merupakan regenerative medicine. Cara kerjanya yaitu dengan mengambil darah pasien sebanyak kurang lebih 20cc lalu dimasukkan ke alat sentrifugasi khusus untuk memisahkan komponen plasmanya.
Selanjutnya, plasma tersebut yang disuntikkan ke titik nyeri pada sendi lutut. PRP mengandung zat-zat pertumbuhan atau growth factor dan protein lainnya yang dapat meregenerasi dan merangsang perbaikan pada jaringan di area lutut.
Umumnya, dokter akan memberikan terapi PRP ini sebanyak tiga kali, yaitu satu kali setiap bulannya dan evaluasi dalam waktu 6-12 bulan.
Manfaat PRP ini sendiri yaitu membantu memperbaiki kerusakan jaringan tulang rawan, mengurangi perburukan osteaortritis, serta merangsang pembentukan jaringan tulang rawan baru.
Prof.dr.Darto Satoto, SpAn (K) dari Klinik Patella, Pusat Pengobatan Nyeri Lutut, menyarankan bahwa pasca injeksi PRP, pasien juga sebaiknya melakukan terapi pendukung lain seperti penggunaan brace (apabila perlu) ataupun latihan penguatan otot. Sebab, latihan ini dapat membantu memulihkan kekuatan otot pada sendi lutut.
Baca juga: Suntik PRP, Teknologi Regeneratif untuk Atasi Nyeri Sendi Lutut
Latihan Penguatan Otot Lutut Pasca PRP
Bukan tidak mungkin Anda melakukan aktivitas fisik setelah terapi PRP. Namun, hal ini sangat disarankan oleh dokter dengan menyesuaikan kondisi nyeri yang dialami.
Ada beberapa latihan fisik yang bisa Anda lakukan pasca injeksi PRP, antara lain:
Sepeda Statis
Mulailah mengayuh di atas sepeda statis. Kursi pada sepeda statis dapat membantu mengurangi beban tubuh, sementara gerakan melingkar dari pedal dapat mengurangi rasa nyeri pada lutut. Tingkatkan intensitas latihan dengan mengatur resistensi pada pedal dan tambah kecepatan secara perlahan.
Knee Extension With Resistance Band
Lilitkan handuk atau resistance band ke kaki bagian bawah. Lalu, tekuk ke dalam dan mulailah gerakan kaki ke depan dan ke belakang ataupun sebaliknya. Latihan ini termasuk jenis low impact yang aman untuk penderita nyeri sendi.
Single Leg Raise
Letakkan kaki sejajar. Anda bisa berbaring ataupun duduk dengan kedua kaki lurus ke depan. Angkat kaki yang terasa nyeri ke atas dan tegak lurus. Carilah posisi senyaman mungkin. Lakukan selama 8 kali dan ulangi pada kaki yang sebelahnya. Sebaiknya jangan menyentuh lantai atau alas sebelum hitungan ke-8.
Wall squat
Cari tembok atau dinding yang datar dan halus. Letakkan posisi lutut dalam 45 derajat. Tahan posisi squat selama kurang lebih 20 detik. Latihan ini sangat baik untuk kekuatan otot dan sendi Anda.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang fisioterapi untuk nyeri sendi, silakan menghubungi Care Line Officer di Klinik Lamina Rehab pada kontak yang tertera di website ini. Semoga bermanfaat!