Edit Content

Tentang Kita

Lamina Rehab merupakan layanan kesehatan terpadu, didukung tim dokter spesialis orthopaedi, spesialis anastesi, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, spesialis bedah saraf, dan tenaga fisioterapi professional dalam satu atap (one stop services)

Info Kontak

Fisioterapi untuk Mengatasi Carpal Tunnel Syndrome

fisioterapi untuk carpal tunnel syndrome

Selain terapi minimal invasif, fisioterapi menjadi salah satu cara yang cukup efektif dalam mengatasi Carpal Tunnel Syndrome (CTS). CTS merupakan jenis gangguan neuropati pada tangan yang terjadi akibat penyempitan pada terowongan karpal, karena edema fasia pada terowongan atau kelainan pada tulang kecil tangan. Kelainan tersebut dapat menyebabkan tekanan yang tidak wajar pada nervus medianus di pergelangan tangan. 

Penyebab CTS memang belum pasti, namun dapat terjadi karena gerakan berulang dan terus menerus pada pergelangan tangan, dislokasi sendi, patah tulang, arthritis, pembengkakan tendon, atau penumpukan cairan saat masa kehamilan. 

Gejala CTS bisa berupa rasa nyeri tajam dan terbakar di pergelangan tangan, muncul kebas/ mati rasa, kesemutan berkepanjangan, hingga melemahnya otot di sekitar pergelangan tangan. 

Penanganan CTS dengan Fisioterapi

Pada kasus Carpal Tunnel Syndrome penanganannya dapat menggunakan modalitas fisioterapi. Namun, sebelumnya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis untuk memberikan program terapi yang sesuai. 

Berikut adalah modalitas fisioterapi yang tepat untuk mengatasi kondisi Carpal Tunnel Syndrome:

Microwave Diathermy (MWD)

Terapi ini menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan masuk ke dalam jaringan yang luka atau rusak dan menghasilkan panas untuk mengurangi nyeri. MWD menyebabkan vasodilatasi, meningkatkan aliran darah, dan meningkatkan oksigenasi pada area pergelangan tangan. 

Ultrasound

Merupakan modalitas fisioterapi yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan energi mekanik dengan frekuensi 1 MHz dan 3 MHz. Ultrasound bertujuan untuk mengurangi sensasi nyeri, meningkatkan konduksi saraf median, meningkatkan elastisitas jaringan ikat dan mengurangi tekanan atau penegangan pada otot maupun sendi. 

Resisted Active Exercise

Terapi latihan dengan cara pemberian beban atau tahanan dari luar terhadap kerja otot yang membuat suatu gerakan. Efek dari latihan fisik ini adalah untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot, terutama otot di daerah yang mengalami gangguan.

Baca juga: Kondisi Apa Saja yang Membutuhkan Penanganan Fisioterapi?

Referensi:

Amitamara, Deliga, Baiq. 2015. “Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Carpal Tunnel Syndrome Dekstra di RSUD Saras Husada Purworejo”. Program Studi Diploma III Fisioterapi (hlm.15-16).

Artikel ini ditinjau oleh: dr. Yuti Purnamasari

Subscribe to our
Newsletter

***We Promise, no spam!

Lamina Rehab merupakan layanan kesehatan terpadu, didukung tim dokter spesialis orthopaedi, spesialis anestesi, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, spesialis bedah saraf, dan tenaga fisioterapi profesional dalam satu atap (one stop services)

We’re Available

Senin : 10:00 - 20:00
Selasa : 10:00 - 20:00
Rabu : 10:00 - 20:00
Kamis : 10:00 - 20:00
Jumat : 10:00 - 20:00
Sabtu : 10:00 - 20:00
Minggu : Closed

©2022, Lamina Rehab. All Rights Reserved.