Edit Content

Tentang Kita

Lamina Rehab merupakan layanan kesehatan terpadu, didukung tim dokter spesialis orthopaedi, spesialis anastesi, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, spesialis bedah saraf, dan tenaga fisioterapi professional dalam satu atap (one stop services)

Info Kontak

Jenis Jenis Nyeri Itu Apa Saja dan Apa Artinya?

jenis jenis nyeri itu apa saja
jenis jenis nyeri itu apa saja

Jenis jenis nyeri atau macam-macam nyeri ternyata cukup banyak. Bahkan jenis-jenis nyeri ini dapat dibedakan menjadi beberapa kategori.

Sebenarnya nyeri sendiri bukan sebagai diagnosis sebuah penyakit, namun lebih menjurus sebagai penanda atau alarm kemungkinan adanya sesuatu yang terjadi dalam tubuh.

Arti Nyeri

Definisi nyeri menurut International Association for the Study of Pain (IASP) adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan dan berkaitan dengan adanya potensi cedera. Karena menyangkut faktor emosional, nyeri seringkali bersifat individual dan subjektif, bergantung pada pengalaman masing-masing orang yang mengalaminya.

Ada lagi yang mengartikan nyeri sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial atau yang digambarkan dalam bentuk kerusakan tersebut.

Jadi nyeri merupakan respons tubuh terhadap adanya cedera atau kerusakan pada jaringan akibat faktor dari luar tubuh.

Konsep nyeri adalah produk kerusakan struktural, yang penyebabnya cukup beragam. Misalnya cedera akibat rangsang mekanik, termal/panas, listrik. Atau bisa juga akibat rangsang kimia misalnya toksin atau kelebihan zat nontoksik.

Jenis Jenis Nyeri

Ada beberapa kategori untuk membedakan jenis jenis nyeri. Ada yang berdasarkan waktu, proses terjadinya, penyebab dan lokasi serta berdasarkan intensitas nyeri itu sendiri.

Semua jenis jenis nyeri ini berbeda satu sama lainnya, baik dari penyebab dan pengobatannya.

Berikut kategori jeni jenis nyeri:

Berdasarkan Waktu atau Lamanya Nyeri

  • akut, nyeri berlangsung kurang dari 2 minggu
  • subakut, antara 2 minggu sampai 3 bulan
  • kronik, nyeri terjadi lebih dari 3 bulan (>12 minggu), baik hilang timbul maupun terus menerus

Jenis Jenis Nyeri Berdasarkan Penyebab

  • nosiseptif, terjadi akibat adanya kerusakan jaringan, bisa terasa tajam, seperti ditusuk, hilang timbul dan terus menerus. Contoh cedera otot, nyeri radang sendi, luka bakar
  • neuropatik bila ada kerusakan saraf (disfungsi saraf), terasa kesemutan, seperti terbakar atau kesetrum aliran listrik. Contohnya pada diabetes mellitus, herpes zoster
  • nyeri psikogenik akibat kondisi psikologis pasien yang menyebabkan kecemasan, stres dan depresi.

Berdasarkan Intensitas Nyeri

  • Skala visual analog score: 1-10
  • Skala wajah Wong-Baker FACES Pain Rating Scale, dengan menilai ekspresi wajah: 0 (tidak merasa sakit sama sekali); 2 (sakit hanya sedikit); 4 (sedikit lebih sakit); 6 (lebih sakit); 8 (jauh lebih sakit); dan 10 (sangat sakit luar biasa).

Berdasarkan lokasi jenis-jenis nyeri seperti berikut:

  • a. Permukaan: nyeri yang terasa pada permukaan kulit atau pada lapisan subkutan (bawah kulit), bersifat tajam, terlokasi.
  • b. Somatik dalam: nyeri berasal dari otot, tendon, terasa tumpul, kurang terlokasi.
  • c. Viseral: berasal dari organ dalam atau organ pembungkusnya, seperti nyeri kolik pada saluran pencernaan dan kolik ureter.
  • d. Nyeri referal: nyeri yang berlangsung pada tempat lain atau berseberangan dengan tempat yang mengalami cedera atau kerusakan
  • e. Nyeri phantom: persepsi nyeri berkaitan dengan bagian tubuh yang sudah tidak ada lagi misalnya pasca-amputasi.

Jenis Jenis Nyeri Berdasarkan Jaringan yang Terganggu

  • Muskuloskeletal: nyeri yang mengenai otot, ligamen, dan tendon, serta tulang.
  • Otot: nyeri akibat penggunaan otot yang berlebihan atau jarang bergerak
  • Perut
  • Sendi: nyeri yang dapat terjadi pada area persendian

Penanganannya Sesuai dengan Jenis Jenis Nyeri

Berdasarkan keluhan nyeri yang Anda rasakan, dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap yang kemungkinan memerlukan pemeriksaan penunjang radiologis seperti rontgen, MRI.

Setelah penyebabnya sudah pasti, dokter akan menyusun program penanganannya atau pengobatannya. Pengobatan nyeri bisa berupa obat baik minum atau injeksi, atau dokter akan menggabungkannya dengan program fisioterapi atau rehabilitasi medik.

Penanganan nyeri dokter akan menyesuaikan dengan jenis dan penyebabnya. Bila terasa ringan, bisa saja reda dengan bantuan obat-obatan antinyeri. Contohnya nyeri otot ringan, Anda bisa memberikan obat oles atau topikal atau memberikan kompres dingin.

Contoh lainnya pada nyeri nosiseptif, kemungkinan dokter akan memberikan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang mungkin penyebabnya adalah proses inflamasi atau peradangan.

Kadang dokter juga bisa merekomendasikan pemberian beberapa vitamin yang berperan membantu menjaga kesehatan saraf, misalnya vitamin B6.

Untuk nyeri neuropatik akibat penyakit diabetes melitus, perlu pengaturan dan monitor kadar gula darah agar tidak melebihi batas normal untuk membantu mencegah kerusakan saraf lebih lanjut.  

Jika nyeri neuropatik akibat adanya jepitan atau tekanan pada saraf tulang belakang maka penanganannya juga berbeda yang kini teknologinya juga sudah maju. Misalnya akibat saraf terjepit, penanganannya bisa dengan endoskopi tulang belakang yang invasif minimal hanya memerlukan sayatan 7 mm saja.

Kini penanganan nyeri sudah semakin berkembang mengikuti perkembangan zaman. Kini sudah banyak intervensi nyeri yang dapat dokter lakukan untuk membantu meredakan nyeri yang Anda rasakan.

Teknologi terkini atasi nyeri antara lain injeksi intraartikular (steroid, platelet-rich plasma/PRP), radiofrekuensi ablasi, mungkin akan menjadi rekomendasi dokter untuk mengatasi nyeri.

Selain itu, program fisioterapi juga bisa membantu Anda mengatasi nyeri sehingga dapat membantu memperbaiki rentang gerak sendi, misalnya TENS, diathermi, ultrasound. Bisa juga dokter akan menyarankan Anda melakukan olahraga renang, atau olahraga dalam air, yoga dan lainnya.

Subscribe to our
Newsletter

***We Promise, no spam!

Lamina Rehab merupakan layanan kesehatan terpadu, didukung tim dokter spesialis orthopaedi, spesialis anestesi, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, spesialis bedah saraf, dan tenaga fisioterapi profesional dalam satu atap (one stop services)

We’re Available

Senin : 10:00 - 20:00
Selasa : 10:00 - 20:00
Rabu : 10:00 - 20:00
Kamis : 10:00 - 20:00
Jumat : 10:00 - 20:00
Sabtu : 10:00 - 20:00
Minggu : Closed

©2022, Lamina Rehab. All Rights Reserved.