Penyebab cedera olahraga apa saja yang biasa Anda temui? Dunia profesional seperti atlet, cedera olahraga saat pertandingan menjadi hal yang wajar dan konsekuensi yang semua orang sudah pahami. Cedera kaki karena tekel dari pemain tim lawan, latihan intens yang memaksa anggota tubuh tertentu secara berlebihan, arena olahraga yang tidak mendukung, dan banyak alasan lainnya.
Penyebab Cedera Olahraga
Pada dasarnya, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seseornag mengalami cedera saat berolahrga, baik profesional maupun amatir. Catat faktor-faktor berikut ini agar Anda bisa menghindari cedera karena olahraga.
Postur tubuh yang salah

Postur tubuh saat beraktivitas, perlu selalu Anda perhatikan. Tidak hanya saat berolahraga saja, namun juga aktivitas sehari-hari seperti saat duduk, berjalan, bahakan berbaring. Postur tubuh yang salah bisa berakhir menjadi komplikasi, membungkuk, skoliosis, leher sakit saat menoleh, atau kaki yang terkilir. Semua kondisi tersebut bisa terjadi karena postur tubuh yang tidak tepat.
Kebiasaan duduk tidak tegap, posisi bantal dan kepala yang salah saat tidur, tidak memperhatikan tapakan kaki saat berjalan. Jika kegiatan sehari-hari saja bisa berisiko hanya karena postur tubuh yang salah, apalagi ketika berolahraga. Selalu sadari postur tubuh dan mulai biasakan untuk memperbaikinya.
Lingkungan atau area olahraga tidak memadai
Bisa jadi karena memakai sepatu yang sudah usang, solnya sudah licin, atau bersepeda di jalan yang tidak rata dengan risiko ban tersandung. Atlet beberapa cabang olahraga yang menggunakan alat pelindung seperti tinju, pedang anggar, macam-macam ilmu bela diri, baseball, dan olahraga lainnya selalu memeriksa kelengkapan dan keadaan perlengkapannya. Hal ini untuk mengurangi risiko cedera saat bertanding ataupun latihan.
Mengabaikan pemanasan dan pendinginan
Pemanasan serta pendinginan berfungsi untuk menyiapkan dan melemaskan jaringan otot, syaraf, dan tulang-tulang sebelum dan sesudah berolahraga. Melewati dua kegiatan ini dapat memberikan efek terkejut pada jaringan-jaringan dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko cedera.
Baca juga: Manfaat Latihan Keseimbangan Mencegah Risiko Jatuh
Faktor genetik
Genetik keturunan terutama garis keluarga besar bisa jadi membatasi pilihan olahraga yang dapat Anda jalani. Penderita anemia tentu tidak bisa melakukan olahraga dengan intensitas tinggi karena ada risiko kepala pusing, tekanan darah turun, bahkan risiko paling ekstrim, yaitu jatuh pingsan. Penderita kelainan imun atau beberapa alergi juga bisa menjadi alasan seseorang hanya melakukan olahraga tertentu.
Temukan olahraga yang tepat untuk tubuh Anda untuk menghindari beban berlebih yang justru berisiko.
Riwayat kecelakaan dan operasi
Memiliki riwayat kecelakaan juga bisa mempengaruhi keadaan lutut Anda. Beberapa orang yang pernah melalui operasi, terutama area kaki, biasanya merasa sakit pada area lututnya saat turun hujan. Hal ini bisa terjadi karena menurunnya suhu ruangan atau sekitar area tubuh.
Solusi Pengobatan
Bergantung pada keluhan yang Anda sampaikan, dokter di Lamina Rehab Pusat Terapi Fisik dan Fungsional akan menyarankan perawatan non-bedah terbaik mempertimbangkan aktivitas Anda. Beberapa metode pilihan yang bisa menjadi pertimbangan Anda:
- Fisioterapi
- TENS
- Laser
- Ultrasound
- Microwave Diathermy
- Manuthera
Segera konsultasikan kondisi tubuh Anda dengan dokter profesional di Lamina Rehab, apabila aktivitas sehari-hari mulai terganggu.
Baca juga: Pengaruh Fisioterapi Saraf Kejepit Dalam Proses Penyembuhan